Generasi Muda Perlu Aktif dalam Parpol

Kelas Politik Cerdas Berintegritas Jawa Timur
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Surabaya, 4 Oktober 2017. Kelas Politik Cerdas Berintegritas Tingkat Madya Provinsi Jawa Timur telah bergulir sejak Senin (2/10) hingga Kamis (5/10). Pada hari ketiga, Rabu (4/10) para peserta kelompok siswa dan mahasiswa melakukan kunjungan ke kantor partai-partai politik di Jawa Timur untuk mengetahui lebih jauh tentang entitas parpol sebagai salah satu elemen penting dalam politik dan demokrasi.

Salah satu partai politik yang mendapat kunjungan dari peserta PCB adalah DPW Partai NasDem Jawa Timur. Dalam sambutannya, Aminnurahman, Sekretaris DPW NasDem Jawa Timur mengatakan Program Kelas PCB merupakan sebuah usaha untuk mengurangi tingkat perilaku korupsi di Indonesia.

“Pengamatan saya, sejatinya PCB ini adalah ikhtiar untuk mengurangi pasien-pasien yang melakukan tindakan korupsi. NasDem adalah partai baru yang lahir di tengah-tengah masyarakat yang tidak percaya terhadap partai politik. Jadi kalau yang muda ini tidak peduli pada partai politik, sementara tidak mungkin juga parpol akan terus diisi oleh kaum-kaum tua. Nah, ini perlu direstorasi” ujar Aminnurahman.

Aminurrahman juga menyebutkan bahwa generasi baru untuk memperbaiki politik di Indonesia harus juga mengikuti sistem yang ada. Dan sampai saat ini parpol masih menjadi salah satu elemen bagi siapapun untuk berkiprah di jalur politik secara formal.

“Melahirkan generasi bangsa melalui jalur politik itu tidak bisa kalau tidak menggunakan parpol. Karena sistemnya sudah seperti itu. Jadi kalau mau jadi pemimpin, jalurnya adalah partai politik. Kalau misalkan ada yang bertanya, masuk politik itu dapat apa? Nah ini pertanyaan keliru, karena masuk dalam politik tujuannya bukan untuk dapat apa, tapi untuk memberikan perubahan, penataan ulang dan pencerahan.” Kata Aminnurahman.

Untuk sampai kepada kondisi tersebut, dibutuhkan kerja-kerja politik yang terstruktur dan jelas agar hasilnya juga dapat segera dirasakan. “Dengan masuk ke politik, kita bisa melakukan lebih banyak untuk kemaslahatan bersama. Seorang politisi bisa melakukan desakan langsung misalnya kepada pemimpin daerah seperti bupati, karena politisi itu memiliki power.” Katanya.

Sebuah pertanyaan menarik sempat dilontarkan dalam pertemuan ini, yaitu oleh salah satu peserta, Erviena Atika Kurniawan. Siswi SMK 10 November Sidoarjo ini menanyakan soal benar dan salah dalam dunia politik. “Untuk dapat mengambil sikap dan peduli, kita harus tahu dulu mana yang benar dan mana yang salah. Nah, saya selalu ingin tahu bagaimana sebenarnya penafsiran tentang benar dan salah dalam politik.” Tanyanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Aminurrahman menekankan soal interpretasi. “Dunia politik itu memiliki dua elemen yang tidak sepaham. Dan itu tergantung dari arah mana kita melakukan interpretasi. Pada banyak hal, yang terjadi akhirnya adalah kompromi. Maka kita harus benar-benar pandai untuk menyikapi. Karena pada dasarnya semua sendi kehidupan untuk menemukan kebenaran yang hakiki itu selalu sulit.” Jawab Aminnurahman.

Dia kemudian juga mengkaitkannya dengan integritas seorang politisi. “Sikap berintegritas itu salah satunya adalah memikirkan persoalan rakyat banyak. Politisi yang baik tergantung pada nuraninya. Kalau politisi sudah mengetahui dan mengindenifiakasi masyarakatnya, dia bisa memberikan solusi yang baik kepada rakyatnya. Maka dari itu, menjadi politisi itu seharusnya terjadi karena adanya dorongan yang baik dalam hati nuraninya.” Tutup Aminnurahman.

Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) Tingkat Madya 2017 Provinsi Jawa Timur dilaksanakan selama empat hari sejak Senin (2/10) hingga Kamis (5/10). Pelaksanaan terbagi dalam tiga kelas yang masing-masing diikuti oleh peserta siswa SMA sederajat, mahasiswa dan politisi lintas partai politik. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi kelima dari sembilan provinsi yang disinggahi pelaksanaan Kelas PCB Madya tahun ini.

Edukasi politik PCB dilaksanakan dengan menggunakan metode belajar berbasiskan pada pembelajaran melalui pengalaman secara partisipatif dan interaktif di mana pengelaman setiap orang menjadi titik sentral dalam proses belajar. Diharapkan dari penyelenggaraan program ini akan muncul generasi baru politik Indonesia yang bermartabat di masa mendatang. (A.K. Perdana_SATUNAMA/Foto : Ridho A.M)

Print Friendly, PDF & Email
(Visited 18 times, 1 visits today)
Sebarkan:Tweet about this on TwitterShare on Facebook0Share on Google+0Share on Tumblr0Email this to someone

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*