Sekolah Politisi Muda III Angkatan-I

Metode

Untuk mencapai target di atas, beberapa metode akan digunakan, yaitu:

  • Curah pendapat (Brainstorming): Setiap peserta akan diberi kesempatan untuk memberikan gagasan dan pendapatnya selama proses sekolah berlangsung, metode ini didasarkan pada penghargaan atas pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki oleh setiap peserta dan patut diberi tempat dalam proses belajar.
  • Mengerangkai Ulang (Re-Framing): Setiap pengetahuan dan pengalaman yang beragam akan dikontruksi agar menjadi gambar pengetahuan baru dan mengakomodir semua pihak. Sehingga, keberagaman pengetahuan tidak dibiarkan centang perenang tanpa koneksi dan relevansi.
  • Presentasi (Presentation): Dalam menyampaikan materi, narasumber diperkenankan untuk menggunakan metode presentasi. Pengalaman presentasi ini juga akan diberikan kepada setiap peserta usai diskusi-diskusi di dalam kelompok maupun penugasan individidual agar peserta semakin mendalami rasa percaya dirinya dalam menyampaikan gagasan di depan publik.
  • Pendampingan untuk Memperkuat Kecakapan (Coaching): Dengan metode ini, narasumber diminta memberikan pendampingan intensif dalam tugas-tugas yang diberikan kepada peserta, baik tugas-tugas kelompok maupun individual.
  • Diskusi Kelompok (Group Discussion): Untuk memberikan pengalaman sharing, negosiasi, mengajukan dan mempertahanankan argumen, kerjasama di dalam tim dan pengelolaan konflik, metode diskusi kelompok akan digunakan.
  • Penugasan Individu (Individual Duty): Disamping kerja-kerja kelompok, pada SPM III ini peserta akan diberikan latihan kecakapan dengan pengalaman langsung secara individual. Misalnya dalam kerja-kerja analisa kebijakan dan membangun argumen atas kebijakan publik alternatif. Metode ini digunakan untuk memastikan capaian output pada tingkat individu.
  • Diskusi Panel (Panel Discussion): Untuk memantapkan kecakapan masing-masing individu, SPM III akan menggunakan metode diskusi panel, khusunya untuk menguji kedalaman analisis dan rekomendasi kebijakan publik yang dirumuskan oleh setiap peserta melalui draft policy paper yang telah disusun. Panelis adalah pengampu materi Public Policy Making dan Tim CPID.
  • Dialog (Dialogue): Sebagai bagian dari pendidikan orang dewasa, metode dialog perlu dilakukan. Narasumber tidak diandaikan sebagai figur yang paling tahu tentang segala hal dan menuangkan air ke dalam gelas kosong. Karena itu, proses dua arah perlu dipastikan.
  • Refleksi dan Meditasi (Reflection and Meditation): Untuk menginternalisasi nilai-nilai di atas, metode refleksi dan meditasi akan digunakan dengan cara-cara sederhana dan menyenangkan.
Print Friendly, PDF & Email
(Visited 744 times, 1 visits today)

Translate »